E-mail Print PDF
TIDAK HARUS TERIGU, PADA PEMBUATAN PRODUK ROTI
Oleh : Tjahja Muhandri


Penelitian-penelitian sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan terigu telah dilakukan pada banyak Perguruan Tinggi dan LITBANG. Jenis komoditi yang telah dicoba untuk diganti pun banyak sekali jenisnya, mulai dari mi, roti, kue basah dan lain-lain. Tepung yang digunakan untuk substitusi beragam, misalnya tepung jagung, tepung singkong, MOKAF, tepung pisang, tepung sukun, tepung sorgum, bahkan tepung yang agak sulit diperoleh, seperti jewawut, biji duren, garut, ganyong dan gembili.

Readmore (PDF File)

E-mail Print PDF
MINYAK DAN LEMAK: BUKAN HANYA BEDA BENTUKNYA
Oleh: Nur Wulandari (Peneliti SEAFAST Center IPB)


Dalam perbincangan sehari-hari, kita mengenal istilah minyak dan lemak. Kegunaan kedua produk tersebut untuk mengolah makanan secara umum hampir sama, yaitu sebagai ingridien produk pangan, pendukung citarasa gurih, serta sebagai media untuk pemanasan dalam penggorengan maupun pemanggangan. Yang membedakan kedua produk tersebut adalah bentuk atau fasenya pada suhu kamar. Minyak berbentuk cair, sedangkan lemak berbentuk padat atau semi padat. Akan tetapi, selain bentuknya yang berbeda, apakah ada hal lain yang berbeda pada minyak dan lemak, terutama pada kandungan di dalamnya?

Read more...
E-mail Print PDF
Mikrobiota Saluran Pencernaan dan Kesehatan
Prof. Dr. Lilis Nuraida
SEAFAST Center dan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan
Institut Pertanian Bogor.


Mikrobiota manusia, yaitu komunitas mikroorganisme yang hidup pada permukaan dan di dalam tubuh manusia, penting untuk fisiologi manusia, perkembangan sistem imun, dan pencernaan. Diperkirakan mikrobiota manusia terdiri dari 100 triliun sel bakteri, lebih besar 10 kali lipat daripada sel manusia dan setara dengan 1-2 kg berat badan. Sekitar 70% mikroorganisme pada manusia berada pada saluran pencernaan dimana kolon dan usus besar merupakan tempat yang paling banyak dihuni oleh mikroorganisme. Mikrobiota saluran pencernaan terdiri dari paling tidak 1000 species dengan lebih dari 3 juta gen (150 kali lebih banyak dari gen manusia). Sepertiga dari mikrobiota saluran pencernaan merupakan mikrobiota yang umum ditemukan pada manusia, sementara dua pertiganya spesifik untuk masing-masing individu, sehingga microbiota saluran pencernaan saat ini dianggap dianggap identik dengan identitas individu seperti halnya sidik jari. Baru-baru ini diketahui tiga enterotype yang berbeda pada mikrobiom manusia dewasa, yaitu kumpulan elemen genomik dari mikrobiota yang spesifik pada saluran pencernaan. Enterotype ini didominasi masing-masing oleh Prevotella, Ruminococcus. Keberadaannya tidak tergantung pada jenis kelamin, umur, kebangsasan dan indeks masa tubuh. Mikrobiota ini stabil sampai usia dewasa ketika mulai terjadi perubahan komposisi mikrobiota.

Read more...

Presentations

SEAFAST Center, LPPM-IPB

Jl. Ulin No. 1
Gedung SEAFAST Center, Kampus IPB Darmaga
Bogor, Jawa Barat 16680, Indonesia

Telp: +62 251 8629903

Email : seafast@apps.ipb.ac.id